Wanted . . . .

Total Tayangan Halaman

Minggu, 04 Maret 2012

Fadhilah / hikmah Tadabbur Al-quran

Al Qur’an adalah kitabullah yang berisi sejarah umat sebelum kamu, berita umat sesudahmu, kitab yang memutuskan urusan-urusan diantara kamu, yg nilainya bersifat pasti dan absolut. Siapa saja orang durhaka yg meninggalkannya pasti Allah akan memusuhinya. Siapa yg mencari petunjuk selain al Qur’an, pasti akan tersesat. Al Qur’an adalah tali Allah yg sangat kuat, peringatan yg bijaksana dan jalan yg lurus (HR Tirmidzi).

 Bahkan kalau bisa sambil menangis, sebagaimana wahyu Allah dalam QS Maryam 19:58: Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, mereka menyungkur, bersujud dan menangis.

”rumah yg di dalamnya dibacakan al Qur’an akan terlihat penduduk langit sebagaimana penduduk bumi melihat gemerlap bintang-gemintang di langit (HR Baihaqi)

Sedangkan bagi orang yg malas membaca al Qur’an, Nabi SAW memperingatkan: ”Sungguh,orang yg dalam hatinya tidak terdapat sesuatu pun dari al Qur’an, bagaikan rumah syaitan yg menyeramkan (HR Tirmidzi).


Kaum muslimin yang kami muliakan, sesungguhnya Al-Qur’an adalah karunia terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada manusia. Di dalamnya terkandung segala perkara yang dibutuhkan oleh manusia. Al-Qur’an adalah petunjuk bagi mereka yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akherat. Al-Qur’an adalah rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya, sekaligus kabar gembira bagi orang yang mengamalkannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ أَقْوَمُ
وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيْرًا (09)

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’: 09)
Sesungguhnya membaca Al-Qur’an merupakan sebuah ibadah yang agung dan di dalamnya terkandung pahala yang besar. Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahuanhu, bahwa Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.
لاَ أَقُوْلُ: آلم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif laam miim itu satu huruf, namun alif satu huruf, laam satu huruf dan mim satu huruf.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 2910 dan Darimi no. 3311. Lihat Al-Misykah 2137, Takhrij Thohawiyah 158).
Kaum muslimin yang kami muliakan, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah semangat anda untuk mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an dan memberikan dua pahala bagi mereka yang masih terbata-bata dalam membacanya, sebagai mana hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahuanha, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda:

أَلْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ،
وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan bersama bersama para rombongan Malaikat yang mulia lagi terpuji. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan sulit membacanya, maka baginya dua pahala.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4937 dan Muslim, no. 798).
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Dua pahala itu adalah satu pahala untuk membaca Al-Qur’an dan satu pahala lagi untuk kesulitan yang dialaminya ketika membacanya.” (Majaalis Syahri Ramadhan, hal. 58)
Apabila kita belum lancar dalam membacanya, maka janganlah berputus asa untuk terus belajar membacanya. Janganlah anda merasa malu untuk mendatangi majelis-majelis ilmu yang disana sedang mengkaji Al-Qur’an. Sungguh ada kebaikan dan pahala yang melimpah telah Allah sediakan bagi kita disana.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ،
وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ، اِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ،
وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ،
وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْماً عِنْدَهُ

“Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (yakni masjid), untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan pasti ketentraman akan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, para Malaikat akan mengelilingi mereka dan Allah akan senantiasa menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2699).

Keutamaan Mengajarkan Al-Qur’an
Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkaruniai kita kemampuan membaca Al-Qur’an, maka hendaklah anda mengajarkannya kepada keluarga, anak-anak dan teman-teman anda, agar kebaikan yang kita kumpulkan semakin sempurna.
Diriwayatkan dari ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَمَلَّهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 5027).
Al-Hafidz ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa orang yang dapat menggabungkan antara belajar dan mengajarkan al-Qur’an adalah orang yang sempurna bagi dirinya dan orang lain. (Dan mereka itulah) orang yang mampu mengumpulkan antara manfaat yang sedikit dan banyak.” (Fathul Bari 9/96).

Membaca Al-Qur’an Adalah Kehidupan Bagi Hati.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوْحًا مِنْ أَمْرِنَا… (52)

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu ar-Ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami…” (QS. Asy-Syuraa’: 52).
Pada ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menamakan Al-Qur’an sebagai ruh, karena ia mampu menghidupkan hati. Apabila Al-Qur’an telah masuk ke dalam hati, niscaya ia akan mengidupkan dan menggerakan hati untuk senantiasa takut kepada Allah Ta’ala dan mencintai-Nya. (Disarikan dari Tadabbur Al-Qur’an oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzhullah)
Kaum muslimin yang kami muliakan, marilah kita merutinkan diri kita untuk membaca Al-Qur’an. Sudah selayaknya bagi kita untuk tidak melewatkan hari-hari kita tanpa membaca Al-Qur’an. Apabila seseorang lalai dari membaca Al-Qur’an dan kalalaiannya ini berlangsung lama, maka hatinya akan menjadi keras dan berpaling. Adapun jika ia memperbanyak  bacaan Al-Qur’an, maka hal ini akan menghidupkan hatinya dan menjernihkan ingatannya. Apabila seorang muslim mampu mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam satu bulan, maka hal ini merupakan keutamaan baginya. Apabila ia mampu mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam satu pekan, maka hal ini lebih baik lagi. Jadi, semakin ia meningkatkan dalam membaca Al-Qur’an, semakin bertambah pula pahala yang akan diraihnya, semakin terang mata batinnya dan semakin hidup hatinya.  (Disarikan dari Tadabbur Al-Qur’an)

Mutiara Nasehat Para Ulama Kita
Malik bin Dinar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya al-Qur’an adalah penyejuk hati seorang mukmin, sebagaimana hujan menjadi penyejuk bagi bumi.” (Hilyatul ‘Auliya II/358).
‘Ustman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

لَوْ طَهُرَتْ قُلُوْبُكُمْ مَا شَبِعْتُمْ مِنْ كَلاَمِ رَبِّكُمْ

“Seandainya hati kalian bersih tentu kalian tidak akan pernah merasa puas dengan firman Rabb-mu.” (Hilyatul Auliya VII/300, Ibnu Rajab dalam Jami’ul Ulum wal Hikam 1/364, Ibnu Rajab dalam Nuzhatul Asma’ 1/73).
Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَأَوُا الْقُرْآنَ رَسَائِلَ مِنْ رَبِّهِمْ
فَكَانُوْا يَتَدَبَّرُوْنَهَا بِاللَّيْلِ وَيَتَفَقَّدُوْنَهَا فِي النَّهَارِ

“Sesungguhnya pendahulu kalian menganggap Al-Qur’an sebagai surat dari Rabb mereka. Mereka merenunginya pada malam hari dan mengulangnya pada siang hari.” (At-Tibyan fi Adab Hamalah Al-Qur’an, karya An-Nawawi, hal. 28).
Ya Allah, berikanlah kepada kami kemampuan membaca Al-Qur’an dengan cara yang Engkau ridhai. Tunjukkanlah kami kepada jalan-jalan keselamatan dan keluarkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya. Ya Allah, angkatlah derajat kami dengan Al-Qur’an dan hapuskanlah dosa-dosa kami. Ampunilah dosa kami, keluarga kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para Penyayang. Amin.


sumber ; attaubah.com
              amalan rasulullah

1 komentar:

  1. SAYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SEMUA ORANG BAHWA MUNKIN AKU ADALAH ORANG YANG
    PALING MISKIN
    DIDUNIA DAN SAYA HIDUP BERSAMA .ISTRI DAN 3 BUAH HATI SAYA SELAMA 10 TAHUN 2
    DAN 10 TAHUN ITU
    KAMI TIDAK PERNAH? MERASAKAN YANG NAMANYA KEMEWAHAN,,SETIAP HARI SAYA SELALU MEMBANTIN
    TULANG BERSAMA,SUAMI SAYA
    UNTUK KELUARGA SAYA NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH CUKUP UNTUK KEBUTUHAN HIDUP
    KELUARGA SAYA..AKHIRNYA
    AKU PILIH JALAN TOGEL INI DAN SUDAH BANYAK PARA NORMAL YANG SAYA HUBUNGI NAMUN ITU
    SEMUA TIDAK PERNAH
    MEMBAWAKAN HASIL DAN DISITULAH AKU SEMPAT PUTUS ASA AKHIRNYA ADA SEORANG TEMAN YANG
    MEMBERIKAN NOMOR,
    (MBAH JOYO RATMO) ,, SAYA PIKIR TIDAK ADA SALAHNYA JUGA SAYA COBA LAGI UNTUK MENGHUBUNGI,
    (MBAH JOYO RATMO). DAN
    AKHIRNYA,(MBAH JOYO RATMO y , MEMBERIKAN ANGKA GHOIBNYA, ,4D... DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..KINI
    SAYA SANGAT
    BERSYUKUR MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,DAN TANDA
    TERIMAH KASIH SAYA KEPADA
    MBAH SETIAP SAYA DAPAT RUANGAN PASTI SAYA BERKOMENTAR TENTAN.(MBAH JOYO RATMO) BAGI ANDA YANG
    INGIN MERUBA NASIB
    SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI (MBAH JOYO RATMO) DI NO 085-242-474-478-
    DEMI ALLAH LANGIT DAN BUMI PASTI TEMBUS 100% ..

    BalasHapus